Amplaz, amplas

Saat ini mungkin orang mendengar kata Ambarukmo akan membayangkan atas keramaian pusat perbelanjaan modern terlengkap di Yogya yakni Ambarukmo Plaza, ataupun hotel yang pernah jadi kebanggaan warga Yogya. Sangat sedikit yang tahu akan keberadaan Pesanggaran Ambarukmo yang merupakan tempat tinggal Raja Yogya pada tahun 1920-an

Pesanggrahan Ambarukmo terletak diantara Ambarukmo Plaza dan Hotel Ambarukmo sehingga banyak tidak menyadari bahwa ditempat tersebut sebagai cagar budaya yang cukup penting. Bagaimana tidak orang akan lebih mengenal Ambarukmo Plaza sebagai tempat belanja dengan banyak pesanggrahan ambarukmo, ambarukmotoko toko dan tempat nongkrong orang akan lebih masuk di area tersebut. Sedangkan bangunan satunya merupakan hotel yang pada tahun 2004 berhenti beroperasi namun saat ini telah direnovasi dan dimanfaatkan kembali sebagai hotel berbintang dengan 220 kamar, dibawah pengelolaan PT. Grahawita Santika dan berubah nama menjadi Hotel Graha Santika Ambarukmo. Bangunan hotel ini sebenarnya menyatu dengan Pesanggrahan Ambarukmo dan hotel ini pun juga masuk benda cagar budaya. Pesanggrahan Ambarukmo sendiri dibangun semasa Sri Sultan Hamengku Buwono V (1823 – 1855) dan selesai dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono  VII (1877 -1821). Dahulu tempat ini meruapakan tempat dimana para tamu Sultan menanti kehadiran beliau, dan yang paling sering adalah tamu dari kasunanan Surakarta. Dan menurut rencana Pesanggrahan Ambarukmo ini juga akan direvitalisasi sebagai gedung pertemuan dan resepsi pernikahan.

Pesanggrahan ini di pakai sebagai tempat tinggal Sultan Hamengku Buwono  VII setelah turun tahta untuk madheg pandito. Sultan Hamengku buwono VII merupakan sultan yang terkaya karenanya beliau juga dijuluki Sultan Sugih( Kaya, bahasa indonesia). Karena pada masa itu setiap pendirian pabrik Sultan menerima dana sebesar Rp. 200.000,-, dan pada masa pemerintahannya ambarukmopemerintahan Belanda membangun banyak sekali pabrik termasuk sekitar 20 pabrik gula yang salah satunya masih beroperasi sampai sekarang yakni Pabrik Gula Madukismo.

Pesanggrahan ini pun merupakan Salah satu pesanggrahan yang masih terpelihara dengan baik, sedangkan pesanggrahan yang lain hanya tinggal puing puing, seperti Pesanggrahan Warungboto atau Pesanggrahan Goa Siluman. Pesanggrahan Ambarukmo saat ini tinggal terdiri dari Halaman, pendopo, pringgitan, ndalem dan taman bale kambang dengan arsitektur yang unik. Bangunan yang memancarkan keagungan serta kejayaan masa lalu masa lalu hingga saat ini jelas terlihat pada pendopo dan Bale kambangyna karena keindahan yang menmbawa kita ke masa lalu.

 

How to get There :

Untuk menuju lokasi ini Anda dapat menggunakan angkutan umum berupa bus transjogja jalur 1A dan 1B turun di halte Ambarukmo atau bisa juga dengan menggunakan bus kota jalur 7 turun di depan Ambarukmo Plaza. Anda juga bisa menggunakan kendaraan priadi baik roda dua maupun roda empat.

Hotel terdekat :

Hotel terdekat dengan lokasi ini diantaranya Sriwedari Hotel atau Jogjakarta Plaza Hotel

Peta Lokasi  :


Lihat Pesanggrahan Ambarukmo di peta yang lebih besar 

Informasi penyewaan /rental mobil dengan banyak pilihan dapat di klik disini

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian, Namun demikian pemeliharaan website ini tidaklah murah, maka apabila Anda memesan hotel silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Incoming search terms:

  • pesanggrahan ambarukmo
  • AMBARUKMO PLAZA
  • ambarukmo plaza yogyakarta
  • sejarah pesanggrahan ambarukmo
  • amplaz jogja
  • sejarah ambarukmo plaza
  • pasanggrahan ambarukmo
  • lokasi pendopo ambarukmo
  • arti ambarukmo
  • arti ambarrukmo