Museum Keraton

Keberadaaan Museum ini sudah sangat lama, yakni sudah dirintis pada masa kepemimpinan Sultan Hamengku Buwono VII, dan tidak akan dijumpai dimanapun. Hanya Keraton Yogyakarta lah yang memilikinya. Lokasi museum kereta ini berada tidak jauh dari Keraton tepatnya disisi barat daya Alun-Alun utara yakni di Jl. Rotowijayan, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Keraton, Kota Yogyakarta.

Koleksi Museum ini ada yang berumur puluhan bahkan ada yang sudah ratusan tahun, dari beberapa kereta ini masih ada yang dipergunakan pada masa kini oleh pihak keraton, namun ada juga yang Karena pertimbangan usia kereta tersebut maka hanya dijadikan barang pusaka saja di keraton. Masing-masing kereta diberi nama tersendiri oleh keraton. Dan setiap 1 suro atau 1 muharram menurut penanggalan jawa kereta yang termasuk kereta pusaka dimandikan atau istilahnya Jamasan. Setiap Jamasan tersebut banyak orang ingin menyaksikan, mereka berharap dari bekas jamasan tersebut bisa mendatangkan berkah. Koleksi Kereta berdasarkan usia pembuatannya adalah sebagai berikut :

  1. Kereta Kanjeng Nyai Jimat; Kereta hadiah Gubernur Jenderal Jacob Mossel dari Spanyol ini dahulunya sebgai alat transportasi sehari hari oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I-III, ditarik 8 ekor kuda, ini merupakan produksi Belanda tahun 1750. Kondisi saat ini masih asli antara lain pegasnya yang terbuat dari kulit kerbau. Merupakan Kereta Pusaka yang tiap tahun dilakukan Jamasan.
  2. Kereta Mondro Juwolo; produksi Belanda tahun 1800 merupakan kereta bagi Pangeran Diponegoro yang ditarik 6 ekor kuda. Kondisi saat ini sudah dicat ulang untuk keperluan Festival Keraton Nusantara
  3. Kereta Kyai Manik Retno,; Produksi Belanda dibeli tahun 1815 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IV, digunakan sebagai kerete pesiar bagi Sultan bersama Permaisuri yang ditarik 4 ekor kuda.
  4. Kereta Kyai Jolodoro; produksi Belanda tahun 1815 merupakan peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono IV. Sais berdiri dibelakang dan ditarik 4 ekor kuda
  5. Kereta Kyai Wimono Putro; dibeli tahun 1860 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VI, digunakan pada saat pengangkatan Putera Mahkota dan ditarik oleh 6 ekor kuda. Kondisi saat ini masih asli.
  6. Kereta Garuda Yeksa; produksi Belanda tahun 1861pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VI, dipergunkan pada saat penobatan Sultan dan disebur juga sebagai Kereta Kencana, ditarik delapan ekor kuda yang warna dan jenis kelaminnya sama. Kondisi masih asli termasuk lambing burung garuda yang terbuat dari emas 18 karat seberat 20 kg dan merupakan desain dari Sri Sultan Hamengku Buwono I
  7. Kereta Kyai Harsanuba; Dibeli tahun 1870, digunakan sebagai transportasi sehari hari Sri Sultan Hamengku Buwono VI – VIII dan ditarik 4 ekor kuda
  8. Kereta Kyai Jogwiyat, Produksi Den Haag Belandatahun 1880 merupakan peninggalan Sri Sultan Hamenghku Buwono VII digunakan oleh Manggala Yudha atau semacam panglima perang. Pada saat Sri sultan Hamengku Buwono X menikahkan putrinya kereta ini digunakan, namun sudah mengalami renovasi antara lain catnya.
  9. Kereta Roto Biru; produksi Belanda tahun 1901, dipergunakan untuk manggala yudha pada waktu itu dan ditarik 4 ekor kuda
  10. Kereta Kus Sepuluh; Produksi Belanda tahun 1901 pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, aslinnya adalah kereta landowerdan bisa dipergunakan untuk pengantin. Kondisi sudah dirubah catnya.
  11. Kereta Kus Gading; produksi Belanda tahun 1901, dibeli pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dan ditarik 4 ekor kuda.
  12. Kyai Rejo Pawoko; produksi tahun 1901, pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, diperuntukkan bagi adik-adik Sultan dan ditarik 4 ekor kuda
  13. Kereta Landower Wisman; Diebli dari Belanda tahun 1901 dan direnovasi tahun 2003, digunakan sebagai transportasi Sultan dalam memberikan penyuluhan pertanian dan ditarik 4 ekor kuda
  14. Kereta Landower, dibeli tahun 1901 dan ditarik 4 ekor kuda
  15. Kereta Premili; DSirakit di Semarang tahun 1925 dengan sukucadang dikirim dari Belanda, dipergunakan untuk menjemput penari-penari keraton dan ditarik 4 ekor kuda
  16. Kereta Kyai Kutha Raharjo; produksi berlin dan dibeli tahun 1927 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, digunakan untuk mengiringi acara-acara yang diadakan keraton dan ditarik 4 ekor kuda
  17. Kereta Roto Praloyo; dibeli tahun 1938 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII merupakan Kereta Jenasah dan pernah dipakai untuk pemakaman Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan ditarik 8 ekor kuda.
  18. Kereta Kyai Jetayu; Dibeli tahun 1931 diperuntukkan bagi puteri=putrid sultan yang masih remaja, ditarik 4 ekor kuda dengan pengendali langsung diatas kudanya.
  19. Kereta Kapulitin, Dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII, sebagai kereta pacuan sehingga hanya ditarik 1 ekor kuda
  20. Kereta Kyai Pustoko Manik, diproduksi di Amsterdam Belanda, dipergunakan un tuk mengiringi acara keraton termasuk mengiringi pengantin dan ditarik 4 ekor kuda
  21. Kereta Landower Surabaya; Diproduksi di Swiss dipergunakan untuk penyuluhan petani di Surabaya
  22. Kereta Kyai Noto Puro; Diproduksi di Belanda pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII, dipergunakan untuk aktivitas perang. Dan ditarik 4 ekor kuda, kondisi sudah mengalami renovasi

Museum ini dibuka untuk umum dengan tiket masuk seharga Rp. 3.000,- dan untuk pengambilan gambar Rp. 1.000,-

How to get There :

Untuk menuju Museum ini dari titik nol atau Malioboro sangat dekat, Anda cukup menggunakan jasa transportasi tradisional seperti becak atau andong. Namun bisa juga menggunakan kendaraan pribadi baik roda empat maupun roda dua.

Hotel terdekat :

Beberapa hotel terdekat dari lokasi tersebut diantaranya Yogya Kembali Hotel atau Hotel Mutiara

Peta Lokasi  :

Lihat Museum Kereta Kraton Yogyakarta di peta yang lebih besar 

Informasi penyewaan /rental mobil dengan banyak pilihan dapat di klik disini

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian, Namun demikian pemeliharaan website ini tidaklah murah, maka apabila Anda memesan hotel silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Incoming search terms:

  • yhs-004
  • museum kereta keraton yogyakarta
  • pusaka kraton yogyakarta
  • pusaka keraton yogyakarta
  • pusaka keraton jogja
  • museum kereta yogyakarta
  • kereta keraton yogyakarta
  • kereta keraton
  • peninggalan keraton yogyakarta
  • sejarah museum kereta yogyakarta