Pagi itu pasar legi Kotagede riuh oleh para pembeli. Belum juga jarum jam menunjuk pukul 8 pagi namun pembeli dan penjual sudah asyik bercengkerama, menukarkan uang dengan barang. Sementara itu sudut lainnya juga tak kalah sibuk. Mereka adalah beberapa turis yang ingin mengais sejarah tentang Kotagede yang menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Mataram sejak jatuhnya Pajang tahun 1582 M sampai tahun 1640 M.

Rentang 58 tahun masa keemasan itu meninggalkan banyak penanda. Dari pasar legi Kotagede kita bisa langsung menuju ke arah selatan. Dari ujung jalan terlihat penunjuk bertuliskan “Makam Raja-Raja Mataram”. Masuklah ke area yang ditandai dengan gapura. Bangunan pertama yang kita lihat seusai melewati gapura adalah Masjid Kotagede yang merupakan masjid tertua di Yogyakarta. Desain masjid ini tampak sederhana namun siapa yang mengira jika tempat ibadah umat Islam tersebut sudah berdiri sejak tahun 1640an. Pintu utama masjid ini sangat ikonik. Bagian atasnya dihiasi tulisan kaligrafi. Masih di bagian yang sama terdapat tulisan angka 1856 dan 1926. Angka “1856” mengacu pada masa dimana atas sirap masjid tersebut diganti dengan genting. Sedangkan angka “1926” merupakan tahun dimana pembangunan pagar masjd dilakukan. Di pelataran masjid ini terdapat jam dinding yang menempel pada sebuah tugu kecil. Konon, tugu ini juga dibangun pada tahun 1926.

Dari masjid ini, Anda akan menemukan penunjuk jalan menuju makam raja-raja Mataram. Sebelum masuk ke dalam, setidaknya ada 3 gapura yang harus Anda lewati. Bagi orang awam, gapura-gapura ini sedikit banyak akan mengingatkan kita pada gaya arsitektur Bali. Sebelum masuk lebih dalam, catatkan nama Anda kepada abdi dalem yang berjaga. Di pelataran utama ini setidaknya ada dua bangsal yakni bangsal pengapit kidul dan bangsal pengapit ler. Pada masa itu bangsal pengapit kidul digunakan untuk para pria, sedangkan bangsal pengapit ler untuk wanita. Oya, di salah satu sudut dinding kompleks makam ini terdapat tulisan yang menjelaskan tentang tahun kelahiran dan kematian Panembahan Senopati yang bertahta di Kerajaan Mataram. Selain Panembahan Senopati, tokoh lainnya yang dimakamkan di sini adalah Sutan Hadiwijaya dan Ki Gede Pemanahan.

Bagian lain yang bisa kita lihat adalah sendang seliran yang terletak di selatan tembok pasareyan agung. Sendang seliran ini terbagi menjadi dua bagian yakni untuk laki-laki (sendang seliran lanang) dan untuk perempuan (sendang seliran wadhon). Konon katanya, sendang seliran ini dibangun sendiri oleh Ki Ageng Pemanahan dan Panembahan Senapati.

Sesudah melihat kompleks makam dan masjid, susurilah kampung di belakang kompleks ini. Selain rumah-rumah kuno yang masih berdiri, kita juga bisa melihat tembok pemisah antara kompleks makam dengan jalan umum. Bentuknya sangat unik seakan kembali meneguhkan bahwa Kotagede adalah tempat dimana peradaban Kerajaan Mataram sempat terjejak di tempat ini.

Tempat lainnya yang tak kalah penting adalah situs kedaton Mataram Batu Gilang dan makam Hasta Renggo. Situs kedaton Batu Gilang ditandai dengan adanya 3 pohon beringin tua yang bangunan kecil yang berisi watu gilang. Tepat diseberang kedaton berdirilah makam Hasta Renggo yang merupakan perkuburan keluarga Hamengkubuwana VII, VIII dan IX. Yang terakhir adalah situs benteng cepuri yang terletak di tengah perkampungan warga.

Sehari sudah menyusuri Kotagede. Sembari berkemas, terlihat senyum khas penduduk Kotagede tetap merekah menyapa para tamu yang datang silih berganti. Ya, Kotagede memang selalu sibuk. Dulu ia adalah pusat pemerintahan dan perekonomian. Kini, riuh itu belum usai diisi kembali oleh para pencari jejak masa lalu.

Selain Kotagede, situs sejarah lainnya yang bisa Anda kunjungi adalah Candi Prambanan, Istana Ratu Boko dan Candi Banyunibo

Selama liburan di Yogyakarta Anda bisa menginap di Hotel Indah Palace YogyakartaOmah Lawas Homestay atau Duta Garden Hotel

Peta lokasi

View Larger Map

 

Informasi penyewaan /rental mobil dengan banyak pilihan dapat di klik disini

 

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian, Namun demikian pemeliharaan website ini tidaklah murah, maka apabila Anda memesan hotel silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Incoming search terms:

  • peninggalan panembahan senopati
  • arah jalan kota gede?
  • jalan arah ke kotagede
  • menyusuri kotagede
  • peninggalan panembahan senopati mataram