Kampung Kauman terletak di sebelah barat Alun Alun utara Yogyakarta, secara administrasi terletak di kelurahan Ngupasan, kecamatan Gondomanan, Yogyakarta. Untuk menuju kampung ini dari titik nol kilometer kearah barat melalu jalan KH. Ahmad Dahlan sampai pertigaan RS. PKU Muhammadiyah Yogyakarta di sisi selatan jalan anda akan mendapati Gapura  dengan tulisan Kauman, itulah merupakan pintu masuk kampung kauman ini. Kampung ini secara letak dibatasi oleh jalan KHA. Dahlan disisi utara, Jl. Nyai A. Dahlan di sisi barat, Jl. Kauman di sisi selatan dan disisi timur dibatasi oleh jl. Pekapalan dan jl. Trikora.

Pada jaman Kerajaan Kampung ini awal mulanya merupakan tempat bagi 9 katib/penghulu yang ditugaskan oleh kraton Kasultanan Yogyakarta untuk membawahi urusan agama. Kampung ini juga merupakan tempat di mana masjid gedhe berada dan untuk memakmurkan masjid  Raja keraton Yogyakarta menyiapkan 40 abdi dalem. Masyarakat sekitar memandang orang orang yang tinggal di sekitar masjid tersebut sebagai ahli agama maka masyarakat menyebut mereka dengan sebutan qaaimuddin karena sulit lama kelamaan tersebut menjadi kauman. Yang berasal dari kata Pakauman yang berarti pa= tempat kaum dari kata qaaimuddin yang berarti penegak agama Islam. Jadi kauman berarti tempat para penegak agama.

Sedangkan pada jaman perjuangan kemerdekaan tempat ini sebagai tonggak berdirinya gerakan islam Muhammadiyah yang di pimpin oleh seorang muslim bernama K.H. Ahmad Dahlan. Beliau sangat prihatin dengan kebiasaan masyarakat yang mulai terjerumus kedalam hal-hal mistik salah satunya menghilangkan kebiasaan selamatan bagi orang meninggal. Beliau juga menyempurnakan arah kiblat sholat 24 derajat ke arah barat laut (arah masjid al Haram di Mekkah).

ntuk memasuki/menyusuri kampung ini tidak diperkenankan menggunakan kendaraan karena jalan yang sempit dan juga dimaksudkan agar kebisingan tidak terjadi. Begitu memasuki gapura jalanan dibuat menurun, kalaupun membawa kendaraan kita diwajibkan untuk menuntunnya saja.  Memasuki gang dikanan kiri penuh dengan bangunan dengan bermacam desain arsitekturnya namun yang begitu kental adalah desain gaya timur tengah ataupun eropa. Menyusuri gang sampai di ujung gang kita akan menemui satu monumen yang dikelilingi oleh taman. Monumen ini sebagai sebuah peringatan atas jasa warga Kauman pada masa perjuangan kemerdekaan yang gugur sebanyak 25 orang. Dalam monumen tersebut tertulis “Syuhada bin Fisabillilah”, tahun 1945 – 1948.

Selain itu kita juga dapat menjumpai Sekolah yang ada sejak 1919 yang awalnya bernama Hooge School muhammadiyah, kemudian pada tahun 1923 berganti menjadi kweek school, sekolah ini juga merupakan seoklah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan, namun pada tahun 1930 dipecah menjadi 2 untuk memisahkan antara laki laki dan perempuan. Untuk yang laki laki sekolah tersebut menjadi nama Mualimin sedangkan untuk yang perempuan diberi nama mualimat. Isteri KH. Ahmad dahlan pun berperan dengan mendirikan Yayasan Aisyah untuk kaum perempuan.

Masjid Agung atau Masjid Gede Kauman merupakan bangunan yang paling Kaumanfenomenal di kampung ini. Masjid ini berdiri 16 tahun sejak Keraton Kasultanan Yogyakarta terbentuk. Tumenggung Wiryokusuma merupakan arsitek dari bangunan masjid Agung ini dengan corak jawa. Masjid ini menempati areal sebluas 13.000 m2. Bangunan masjid terdiri dari inti, serambi dan halaman  dengan bentuk berbeda antara bangunan dibagian serambi dan bangunan inti antara lain tiang penyangga di bagian inti berbentuk polos sebanyak 36 sedangkan bgaian serambitiangnya memiliki umpak batu bermotif awan sebanyak 24 buah.

Sebelum pintu keluar kita juga akan menjumpai sebuah perpustakaan yang dikelola oleh seorang yang dulunya juga ikut berjuang bersama Panglimabesar jenderal Sudirman yang diberi nama perpustakaan Mabulir. Banyak koleksi berita berita serta beberapa foto dirinya bersama Jend Sudirman. Beliau menyewakan buku dengan cara berkeliling dengan sepeda dan syarat bagi peminjam adalah harus mengumpulkan lima orang. Ini dimaksudkan agar semakin banyak orang yang senang membaca dan ilmu dari apa yang dibaca tidak hanya untuk dirinya sendiri.

 

How to get There :

Untuk mengunjungi Kampung Kauman sangat mudah cukup menggunakan becak bahkan jalan kaki dari beberapa titik jarak tidak terlalu jauh. Kampung ini masih berada dikawasan Keraton. Namun tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan kendaraan pribadi baik roda maupun roda empat.

Hotel terdekat :

Beberapa hotel terdeka diantaranya Yogya Kembali Hotel atau Hotel Mawar Asri

Peta Lokasi  :


Lihat Kampung Kauman Yogyakarta di peta yang lebih besar 

Informasi penyewaan /rental mobil dengan banyak pilihan dapat di klik disini

 

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian, Namun demikian pemeliharaan website ini tidaklah murah, maka apabila Anda memesan hotel silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Incoming search terms:

  • masjid gedhe yogyakarta
  • hotel murah dekat mualimin jogja
  • wisata kota gede jogja
  • terletak dimanakah jl nyai ahmad dahlan
  • pintu masuk keraton yogyakarta
  • penginapan murah di kauman jogjakarta
  • penginapan islami di jogja
  • lokasi jl nyai a dahlan jogja
  • letak desa kauman yang ada di jogja
  • kecamatan kalipare desa kauman