Keberadaan Gereja Santo Ignatius Magelang memulai  sejarah aktifitasnya tercatat tanggal 10 September 1865, hal ini tercatat dalam buku pemandian pertama yakni pemandian atas nama Yoseph (4 th) dan sanisa (1th) putra Joanis Kumarurung dan Waivar yang bertimpat tinggal di Ambarawa.

Keberadaan jemaat di wilayah yang semakin bertambah, yang sebelumnya merupakan bagian pelayanan dari Paroki St. Petrus Kidul Loji, Yogyakarta.  Maka untuk peningkatan pengembalaan pada tanggal 30 Mei 1889 tepat pada hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga Rm. F. Vogel  SJ menetap di Magelang yang awal mulanya menginap di Hotel Looze di sebelah timur alun alun kota Magelang. Yang kemudian pada tahun 1900 tepatnya tanggal 2 Januari tujuh suster Fransiskanes (OSF) mulai tinggal dan berkarya di Magelang.

Pada awal Maret tahun 1899 ada upaya akan dibangun sebuah gereja dengan membeli tanah pada tanggal 15 Juli 1899, namun tertunda karena Rm. F. Vogel  jarus mendampingi para serdadu yang dikirim ke Lombok. Dan akhirnya baru pada tanggal 31 Juli 1989 dilakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan gereja. Dan pada tanggal 22 Agustus 1900 gereja difungsikan untuk pertama kalinya yakni untuk perayaan Ekaristi. Sedangkan pemberkatan gereja sendiri dilakukan pada tanggal 30 September bertepatan dengan Misa Koselebrasi yang di pimpin oleh Mgr. Luypen dari Batavia, sedang room Paroki saat itu adalah Rm. Heuvel SJ yang menggantikan RM. F. Vogel, SJ karena pulang ke negeri Belanda karena sakit.

Perkembangan gereja ini pun semakin maju dengan orang orang pribumi yang mau membuka diri terhadap panggilan Tuhan. Yang akhirnya membutuhkan tempat yang lebih luas yakni dengan menambah sayap masing masing selebar 3,5 m disebelah kiri dan kanan bangunan utama.

Saat perang Asia Timur Raya pecah membawa dampak negative terhadap perkembangan gereja, termasuk Gereja ini karena banyak Romo yang dimasukkan  kamp interniran.  Setelah Jepang menyerah dan Indonesia menyatakan kemerdekaannya   pada tanggal 30 Oktober 1945 gedung susteran di pergunakan sebagai markas oleh pasukan Inggris dengan pasukan Gurkha. Bahkan 1 hari kemudian terjadi peristiwa berdarah yakni sebanyak lima Romo, dua frater, satu  bruder dan dua pemuda diculik sekelompok pemuda dengan tuduhan telah terjadi penembakan yang berasal dari pastoran.  Mereka semua akhirnya dijatuhi hukuman mati dan dikubur dalam satu lubang, dan pada tanggal 4 Agustus 1950 jenasah mereka dipindahkan dan dimakamkan kembali di Kerkop Muntilan, bersama Rm. Sanjaya Pr dan Fr. H. Bouwens SJ.

Gereja ini berada di Jl. Laksda Yos Sudarso No. 6 Magelang dengan jadwal misa Harian Senin hingga Sabtu mulai pukul 05.30, Jumat pertama pada pukul 05.30, Adorasi Ekaristi sepanjang hari mulai pukul 17.00 Sedangkan Misa Minggu, pada hari Sabtu mulai pukul 16.30 dan hari minggu mulai jam 06.00, 08.00 dan 16.30.

How to get there :

  1. Dengan kendaraan umum dengan menggunakan angkot yang menuju alun alun Magelang atau depan Masjid Agung Magelang dilanjutkan jalan kaki sekitar 100 meter arah barat Menara Air.
  2. Dengan menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat

Tempat terdekat :

  1. Masjid Agung Magelang
  2. Menara Air
  3. Museum Diponegoro

Hotel terdekat :

Beberapa hotel terdekat dengan lokasi tersebut diantaranya Plataran Borobudur Resort & Spa atau The Oxalis Regency Hotel

Peta Lokasi :

Lihat Gereja Santo Ignatius di peta yang lebih besar

 

Informasi penyewaan /rental mobil dengan banyak pilihan dapat diklik disini

 

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian, Namun demikian pemeliharaan website ini tidaklah murah, maka apabila Anda memesan hotel silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

 

Incoming search terms:

  • gereja di yogyakarta
  • Frater jogja
  • gereja st yoseph yogyakarta
  • gereja yogyakarta
  • hotel di daerah muntilan
  • ignatius@yangbum com sg loc:US
  • penginapan murah di muntilan