Mlangi

Dusun Mlangi, terletak di sebelah Barat laut Kota yogyakarta,  tepatnya di desa mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Dari perempatan Ringroad Demakijo ke arah utara hingga disebelah kanan atau timur dijumpai rumah Sakit Queen Lativa  belok kiri kurang lebih 500 meter akan sampai di desa Mlangi

Dusun Mlangi dahulunya merupakan hadiah atau pemberian Sultan Hamengku Buwono I terhadap kerabatnya  yakni Kyai Nur Iman yang bernama asli Pangeran Hangabehi Sandiyo, yang merupakan putra dari RP. Suryo Putro, putra sulung Kanjeng Susuhunan Pakubuwono I, Kemudian pemberian tersebut oleh Kyai Nur Iman dijadikan tempat pengembangan agama islam. Kemudian mendirikan tempat mengajar bagi para santri, atau dalam bahasa jawa dikatakan mulangi dan akhirnya tersebut Mlangi.

Masjid Jami'Masjid Jami’ Mlangi merupakan bangunan paling tua yakni dibangun pada masa Kyai Nur Iman, sekitar tahun 1760. Walalupun sudah mengalami beberapa renovasi namun arsitektur aslinya masih dapat dinikmati. Bahkan mimbar warna putih yang dahulunya digunakan Kyai Nur Imanselama mengajar agama Islam masih tersimpan dengan baik. Setelah wafat Kyai Nur Iman dimakamkan disebelah selatan Masjid Jami’. Makam ini selalu ramai dikunjungi peziarah teristimewa pada tanggal15 suro dimana tanggal tersebut tepat sebagai tanggal wafatnya Kyai Nur Iman dan pada bulan Ruwah.

Saat ini dusun Mlangi terdapat sedikitnya 10 pesantren, mengelilingi masjid Jami’, seblah utara Al Falakiyah, Timur Al-Huda, selatan Al-Salafiyah, Al Salafiyah merupakan pesantren yang tertua dibangun sejak 5 juli 1921 oleh KH. Masduki dan santrinya saat ini sudah mencapai 300 orang santri. Dan setiap bulan ramadhan desa ini sangat ramai dengan kegiatan ritual ibadah yang dijalankan pendududk setempat, bahkan peserta kegiatan tidak hanya berasal dari dusun mlangi saja namun beberpa warga sekitar juga ikut ambil bagian tersebut.

Disamping nilai-nilai keagamaan yang tertanam sangat dalam bukan berarti Mlangikegiatan secara duniawi tidak ada. Tetapi dusun ini juga terkenal sebagai penghasil tekstil terkemuka. Dari tahun ke tahun produknya berkembang dengan motif dan jenis yang berbeda. Tahun 1920 hingga tahun 1965 menjadi penghasil Tenun dan Batik cetak. Namun kemudian memudar karena kalah bersaing dengan batik sablon. Untuk saat ini yang paling banyak ditemui berupa peci, jilbab, net bulutangkis, celana batik dan papan karambol.

Untuk mengunjungi dusun Mlangi tersebut tanpa dipungut biaya sedikitpun bahkan bagi anda yang beragama islam dapat sembahyang di Masjid Jami’ Mlangi ini.

 

How to get There :

Menuju desa Mlangi Anda bisa menggunakan kendaraan umum berupa bus jogja tempel turun di dekat Rumah sakit Queen Latifa Ringroad barat kemudian berjalan kearah barat kurang lebih 500 meter. Atau bisa juga menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat dengan rute seperti petunjuk di peta lokasi.

Hotel terdekat :

Beberapa hotel terdekat dari lokasi adalah Gowongan Inn atau Amaris Hotel Yogyakarta

Tempat terdekat :

Tempat terdekat yang dapat dikunjungi diantaranya adalah Tugu yang berada disebelah timur demikian juga Museum Diponegoro dan juga Monumen Yogya Kembali yang ada di Ringroad Utara

Peta Lokasi  :


Lihat Peta Lebih Besar 

Informasi penyewaan /rental mobil dengan banyak pilihan dapat di klik disini

 

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian, Namun demikian pemeliharaan website ini tidaklah murah, maka apabila Anda memesan hotel silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Incoming search terms:

  • mlangi
  • desa mlangi
  • mlangi nogotirto
  • batik mlangi yogyakarta
  • desa mlangi sleman
  • dusun mlangi dan pesantren
  • perempatan gamping di malam hari
  • perjalanan k h nur iman demak ijo yogjakarta