candirejo

Tanah bebatuan identik dengan tanah yang tandus, namun tidak demikian di Candirejo sebuah desa di perbukitan menoreh dengan masyarakatnya yang mempunyai semangat untuk maju dan berkembang. Kehidupan penduduknya yang masih agraris dengan mengandalkan sector pertanian, mewujudkan arti kata desa mereka “Candirejo” . Candi menggambarkan bebatuan sedangkan rejo berarti kesuburan, sehingga arti Candirejo bisa diartikan tanah bebatuan namun mempunyai kesuburan.

Kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat Candirejo ini telah menjadikan desa ini menjadi tujuan wiscandirejoata yang berbasis masyarakat berupa kerajinan Pandan dan bambu, system pertanian, budaya, pengamatan aktivitas social masyarakat, keindahan pemandangan desa serta trekking. Keasrian desa tetap dipertahankan di desa ini ini salah satunya adalah alat transportasi tradisional yang menjadi sarana kegiatan ekonomi antar desa berupa Delman(andong) serta bentuk rumah tradisional yang berbentuk limasan dan rumah jawa kampung yang keberadaan rumah dengan dapur yang terpisah.

Yang menjadi daya tarik wisata di desa wisata Candirejo adalah keunikan yang ada di desa tersebut yakni berupa kebudayaan tradisional yang terkait dengan kehidupan desa yang alami. Beberapa budaya yang ada yang menarik yang masih dilakukan adalah beberapa upacara adat diantaranya adalah Nyadran yakni berupa upacara adat untuk mengirim doa terhadap leluhur yang dilakukan setahun sekali pada bulan Ruwah atau sebulan menjelang bulan puasa atau Ramadhan. Pusat upacara dilakukan dipusatkan di salah satu kawasan gunung Mijil yang terletak di perbatasan desa. Upacara adat yang lain berupa Saparan dan perti desa atau bersih desa / sedekah bumi yang diadakan setahun sekali pada tanggal 15 bulan sapar menurut kalender jawa bertempat dibalai desa dengan tujuan untuk pengucapan syukur atas hasil panen dan permohonan agar hasil panen mendatang semakin meningkat. Selain itu masih ada upacara adat lainnya yakni kenduri, selamatan, mitoni dan lain lain.

Selain budaya desa ini juga memberikan kesenian tradisional sebagai daya tariknya yang berupa Jathilan. Dimana kesenian ini mengambarkan pelatihan perang pasukan berkuda pangeran Diponegoro hal ini tidak terlepas karena desa ini merupakan persinggahan Pangeran Diponegoro saat perang Diponegoro pecah tahun 1825-1830. Sebagai music pengiringnya adalah karawitan. Kesenian yang lain berupa kesenian wayang.

Sebagai Cinderamata anda akan disuguhi berupa kerajinan pandan dengan menghasilkan produk diantaranya berupa tikar pandan. Kerajinan lain terbuat dari bamboo yang menghasilkan ak bamboo, rak buku, tempat tidur, kursi serta lukisan bambu.

Paket wisata yang dapat di nikmati di desa Candirejo :

  1. Tamasya Keliling desa, Anda diajak mngekplorasi pejelajahan desa Candirejo, dengan berjalan kaki atau dengan delman dan akan disuguhi berbagai keunikan tradisi dan budaya masyarakat setempat, kesenian, kerajinan rakyat dan metode pertanian tradisional.
  2. Wisata Menoreh, Anda akan dibwa menikmati keseharian masyarakat yang tinggal di kawasan ini dan menikmati habitat asli kawasan tersebut serta keindahan kebun tanaman obat dan melihat sitem pertanian tradisional.
  3. Sistem Pertanian Desa, Para pengunjung akan diajak berinteraksi langsung dengan alam di areal pertanian dan perkebunan
  4. Aktifitas Sungai; para pengunjung akan diajak bersama masyarakat setempat untuk menangkap ikan  dan bergabung dengan komunitas Nylantrang serta menikmati segarnya mandi di sungai dengan pengawasan pemandu wisata.
  5. Pendidikan lingkungan (Alam), Paket ini menawarkan pendidikan tidak langsung tentang lingkungan hidup dimana pengunjung dapat mempelajari system pertanian organic, proses produksi bibit bibit organic.
  6. Kehidupan masyarakat setempat , Pengunjung dapat tinggal dirumah rumah penduduk yang digunakan sebagai pondok penginapan untuk merasakan keseharian penduduk setempat.
  7. Kesenian tradisional, Pengunjung dapat menikmati berbagai kesenian tradisional yang ada di desa Candirejo

How to get there :

Tempat ini dapat di jangkau dari beberapa kota sekitarnya, dari Semarang berjarak sekitar 90 km sedangkan dari Yogyakarta sekitar 40 km. dari semarang dapat menggunakan kendaraan umum jurusan semarang Magelang turun di terminal Borobudur dan di teruskan dengan angkutan umum, ojek atau delman. Sedang dari Yogyakarta dapat menggunakan bis jurusan Jogja Magelang turun di terminal Borobudur selanjutnya untuk menuju ke desa Candirejo sama yakni dengan angkutan umum, Ojek atau delman.

Hotel terdekat :

Selain dapat menginap di homestay desa candirejo Anda dapat juga beristirahat di hotel di sekitaran Borobudur diantaranya Saraswati Borobudur atau Manohara Hotel

Peta Lokasi  :

Lihat Agrowisata Candirejo di peta yang lebih besar

 

Informasi penyewaan /rental mobil dengan banyak pilihan dapat diklik disini

 

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian, Namun demikian pemeliharaan website ini tidaklah murah, maka apabila Anda memesan hotel silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Incoming search terms:

  • desa wisata candirejo
  • bukit menoreh dimana
  • bukit menoreh kulon progo
  • delman yogyakarta
  • desa wisata karangasri pakem
  • perbukitan menoreh
  • tempat wisata bukit menoreh
  • tikar pandan jogja
  • wisata pertanian atau agro wisata