Penggemar musik reggae bakal kecewa jika melewatkan acara ini begitu saja, dijamin !

Dalam rangka memperingati 3th annyversary Necklace Store, Creative Organize mempersembahkan Rock SteadYK pada 30 April 2013 di kompleks Gedung Wanitatama Jalan Laksda Adisucipto No. 88, Yogyakarta (Barat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Acara yang berlangsung dari pukul 13:00 ini menghadirkan Burger Time, Bravesboy, Paper Boy, Mother Like Superhero, Van De Skamafia, Revive, Over Distortion, Desperados, Versus Enemy, Memories, Mother is Army, Parepait, Secret Ad Miror, Rotten Colony dan masih banyak lagi. Harga tiket masuk untuk pre-sale Rp. 10 ribu, sedangkan untuk tiket on the spot Rp. 12 ribu.

Sesuai namanya, Rock SteadYK membawa tema reggae, ska dan rocksteady. Kata “reggae” diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata “ragged” (gerakan seperti menghentak badan). Irama musik reggae sendiri dipengaruhi elemen musik R&B yang lahir di New Orleans, Soul, Rock, ritmik Afro-Caribean (Calypso, Merengue, Rhumba) dan musik rakyat Jamaika yang disebut Mento.

Irama musik yang banyak dianggap menjadi pendahulu reggae adalah ska dan rocksteady, bentuk interpretasi musikal R&B yang berkembang di Jamaika serta sarat dengan pengaruh musik Afro-Amerika. Secara teknis dan musikal banyak eksplorasi yang dilakukan musisi Ska, diantaranya cara memetik gitar secara terbalik (up-strokes) , memberi tekanan pada nada lemah (syncopated) dan ketukan drum multi-ritmik yang kompleks.

Teknik para musisi ska dan rocksteady dalam memainkan alat musik banyak diadaptasi oleh musisi reggae. Namun tempo musiknya jauh lebih lambat dengan dentum bas dan rhythm guitar lebih menonjol. Karakter vokal biasanya berat dengan pola lagu seperti pujian yang dipengaruhi pula irama tetabuhan, cara menyanyi dan mistik dari Rastafari. Tempo musik yang lebih lambat pada saatnya mendukung penyampaian pesan melalui lirik lagu yang terkait dengan tradisi religi Rastafari dan permasalahan sosial politik humanistik dan universal.

Album “Catch A Fire” (1972) yang diluncurkan Bob Marley and The Wailers dengan cepat melambungkan reggae hingga ke luar Jamaika. Kepopuleran jenis musik ini di Amerika Serikat ditunjang pula oleh film The Harder They Come (1973) dan dimainkannya irama reggae oleh para musisi kulit putih seperti Eric Clapton, Paul Simon, Lee ‘Scratch’ Perry dan UB40. Irama reggae pun kemudian mempengaruhi aliran-aliran musik pada dekade setelahnya, sebut saja varian reggae hip hop, reggae rock, blues, dan sebagainya.

Bagi Anda yang ingin menuju lokasi konser dengan menggunakan transportasi publik, dapat naik bus TransJogja 1A dan 1B turun di halte Mandala Bhakti Wanitatama. Selama di Yogyakarta, Anda juga dapat menyaksikan Jogja Bike Rendezvous, Blues In Garage dan Herity yang menampilkan grup band Letto. Hotel yang dapat dipilih antara lain Hotel Santika Premiere Jogja, Gowongan Inn atau The Phoenix Hotel Yogyakarta.

Lokasi Gedung Mandala Bhakti Wanitatama
View Larger Map

Informasi penyewaan /rental mobil dengan banyak pilihan dapat di klik disini

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila Anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Incoming search terms:

  • aliran musik bravesboy
  • cara bernyanyi ska
  • cara menyanyi reggae
  • gambar braves boy yk
  • over distortion
  • panduan rock dan reggae