Prajurit tersebut semula beranggotakan suku bugis. Prajurit ini awal mulanya sebelum masa Hamengku Buwono IX bertugas di kepatihan sebagai pengawal pepatih dalem. Namunsejak pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX ditarik menjadi satu dengan prajurit keraton yang lain. Dalam upacara gerebeg keberadaan prajurit Bugis tersebut menjadi pengawal gunungan. Secara filosfi keberadaan prajurit Bugis bermakna prajurit yang kuat seperti sejarah awal mula yang berasal dari Bugis, Sulawesi.

Panji panji atau bendera dari prajurit Bugis adalah Wulandadari yang berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar hitam dibagian tengah terdapat lingkaran dengan warna kuning emas. Wulandadari berasal dari kata wulan yang berarti bulan dan dadari yang berarti mekar/muncul/timbul. Secara flosofi berarti prajurit Bugis diharapakan selalu memberikan penerangan dalam kegelapan seperti munculnya bulan dimalam hari yang gelap yang menggantiokan fungsi dari matahari

Seragam yang dikenakan oleh prajurit Bugis adalah baju berbentuk kurung/jas tutup  dan celana panjang hitamtopi hitam.

Persenjataan yang dipakai adalah tombak, sedangkan peralatan music yang melengkapinya berupa tambur, pui-pui, bende dan ketipung kecil. Lagu atau mares yang dikumandangkan adalah Mares Endroloko

 

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian, Namun demikian pemeliharaan website ini tidaklah murah, maka apabila Anda memesan hotel silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

 

 

Incoming search terms:

  • prajurit bugis
  • tentara keraton
  • pasukan bugis jogja
  • perajuret jogja
  • prajurit bugis di jogyakarta
  • prajurit bugis yogyakarta
  • tentara bugis