“Kring – kring gumaguse nunggang pit kring den baguse mentas seko toko.

Merek Simplex nganggo berko, Simplex nganggo berko, ojo menga mengo.

Yen nabrak angkring saoto, mak gabrush tibo mak gloso

Mimblik mimblik banjur glolo“.

Petikan tembang dolanan tersebut menggambarkan keceriaan seorang anak yang baru dibelikan sepeda onthel.

Pit onthel atau sepeda onthel juga sering disebut sepeda kumbang sudah melekat di kehidupan warga Yogyakarta sejak jaman dulu. Berbagai model dan merek sepeda angin ini antara lain adalah Gazelle, Fongers, Burgers, BSA, Raleigh, Humber, Rudge, Batavus, Teha, Philips dan Hercules. Salah satu yang terkenal adalah pit onthel merek Simplex.

Simplex merupakan pabrikan sepeda asal Amsterdam, Belanda. Tersohor karena memiliki berbagai varian desain yang unik dan klasik sekaligus elegan. Simplex Zweefiets dan Kruisframe adalah dua jenis onthel yang hingga kini masih menjadi primadona penggemar sepeda klasik.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap keberadaan sepeda kumbang nan unik ini, maka diadakan Pameran Pit Onthel “Simplex Nganggo Berko” di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY). Anda dapat menyaksikan pameran ini pada tanggal 2 – 13 April dari pukul 09:00 hingga 21:00 WIB.

Sejarah sepeda lawas bermula di Eropa. Sekitar tahun 1790, sebuah sepeda pertama berhasil diciptakan di Inggris. Cikal bakal sepeda ini diberi nama Hobby Horses dan Celeriferes. Keduanya belum punya mekanisme batang kemudi dan sistem pedal. Yang ada hanya dua roda pada sebuah rangka kayu. Meski begitu, mereka cukup menolong orang-orang – pada masa itu – untuk berjalan. Penemuan fenomenal dalam kisah masa lalu sepeda tercipta berkat Baron Karl Von Drais. Oleh Von Drais, Hobby Horse dimodifikasi hingga mempunyai mekanisme kemudi pada bagian roda depan. Dengan mengambil tenaga gerak dari kedua kaki, Von Drais mampu meluncur lebih cepat saat berkeliling kebun. Ia sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama, Draisienne.

Namun penemuan tak kalah penting dilakukan John Boyd Dunlop pada 1888. Dunlop berhasil menemukan teknologi ban sepeda yang bisa diisi dengan angin (pneumatic tire). Dari sinilah, awal kemajuan sepeda yang pesat. Beragam bentuk sepeda berhasil diciptakan. Seperti diketahui kemudian, sepeda menjadi kendaraan yang mengasyikkan.

Di Indonesia, perkembangan sepeda banyak dipengaruhi oleh kaum penjajah, terutama Belanda. Mereka memboyong sepeda produksi negerinya untuk dipakai berkeliling menikmati segarnya alam Indonesia. Kebiasaan itu menular pada kaum pribumi berdarah biru. Akhirnya, sepeda jadi alat transport yang bergengsi.

Pada masa berikutnya, saat peran sepeda makin terdesak oleh beragam teknologi yang disandang kendaraan bermesin (mobil dan motor), sebagian orang mulai tertarik untuk melestarikan sejarah lewat koleksi sepeda antik. Rata-rata, sepeda lawas mereka keluaran pabrikan Eropa.

Pasa masa kini, sepeda kuno makin banyak diminati. Selain sebagai hobi, juga kadang sebagai aset karena semakin kuno akan semakin langka dan mahal. Maka dari itu untuk lebih mengenal sepeda lawas, kunjungilah Pameran Pit Onthel “Simplex Nganggo Berko”. Untuk menuju lokasi pameran, Anda dapat naik bus Trans Jogja trayek 2B.

Selain Pameran Pit Onthel “Simplex Nganggo Berko” Anda juga dapat menyaksikan konser JKT 48, Stand Up Comedy Battle of Republic dan Showcase Indie Clothing Carnival. Hotel yang dapat Anda pilih selama di Yogyakarta adalah Malioboro Inn HotelHotel Mutiara atau Inna Garuda Hotell.

Lokasi Bentara Budaya Yogyakarta View Larger Map

 

Informasi penyewaan /rental mobil dengan banyak pilihan dapat di klik disini

 

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila Anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Incoming search terms:

  • berko sepeda ontel
  • pit onthel simplex
  • sepeda angin bermesin
  • sepeda klasik jogja
  • sepeda kuno istimewa
  • sepeda langka