Sejarah Berdirinya Kraton Yogyakarta

Kraton Kasultanan Yogyakarta merupakan sebuah kerajaan peninggalan Kerajaan Mataram Islam yang sudah berumur ratusan tahun dan telah dipimpin oleh Raja-raja pendahulu hingga sekarang. Didirikannya kraton ini berawal dari pemisahan Kerajaan Mataram pada perjanjian Gianti tahun 1855 yang membagi Kerajaan tersebut menjadi dua kekuasaaan yaitu Kasunanan Surakarta yang diperintah oleh Pakubowono III dan Kasultanan Ngayogyakarta yang diperintah oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I. Kemudian kraton ini dibangun pada masa pemerintahan pangeran Mangkubumi tahun 1755. Sampai sekarang pun Kraton Yogyakarta selalu dikaitkan dengan penguasa pantai selatan, Nyai Roro Kidul. Kraton, Gunung Merapi, dan tugu Yogyakarta, ketiganya mempunyai kaitan erat satu sama lain.

Sekitar Kraton

Untuk masuk ke kompleks kraton ada dua pintu masuk yaitu pintu masuk depan alun-alun utara dan satunya disebut tepas pariwisata. Di luat kompleks kraton terdapat dua buah pohon beringin yang berdiri kokoh . Pohon yang terletak di alun-alun utara ini telah berumur ratusan tahun melebihi umur orang tua. Selain itu, dipercaya bahwa pohon beringin ini keramat sehingga kerap kali ditemukan sesaji di sekitar pohon beringin.

Jika dilihat dari beberapa sudut, kraton Yogyakarta ini dikelilingi oleh lima buah plengkung atau disebut juga pintu gerbang yang berfungsi untuk menghubungkan kraton dengan keadaan di luar kraton. Lima buah plengkung itu adalah:

  1. Plengkung Gading yang terletak di selatan
  2. Plengkung Wijilan yang terletak di timur laut
  3. Plengkung Ngasem yang terletak di barat daya
  4. Plengkung taman sari di sebelah barat, dan
  5. Plengkung Gondomanan yang terletak di sebelah timur.

Alun-alun utara

Menuju Kraton anda akan langsung melihat dua buah lapangan yang luas dan dipisahkan oleh dua pohon beringin. Lapangan ini biasa disebut alun-alun utara. Alun-alun utara memiliki banyak fungsi. Pada saat hari-hari biasa, lapangan ini berfungsi sebagai tempat berolah raga, areal parkir, ataupun sebagai tempat untuk berjualan. Pada saat tertentu, alun-alun ini akan berfungsi sebagai tempat untuk merayakan berbagai macam perayaan seperti gunungan atau sekaten (pasar malam). Pasar malam di alun-alun ini juga tidak jauh berbeda dengan pasar malam di kota-kota besar lain; banyak orang berdesak-desakan untuk sekedar melihat atau mencoba wahana yang tersedia. Dalam keramaian tersebut banyak juga orang-orang yang memanfaatkan momen tersebut untuk berjualan; mendirikan stand, asongan, dan lain – lain.

 

Isi dan fungsi Keraton

Masuk ke dalam Kraton pun juga tidak sembarangan. Peraturan sudah berlaku bagi para wisatawan local maupun asing yang ingin melihat ke dalam kraton. Sesuai ketentuan yang berlaku, kraton dibuka untuk umum menurut jadwal dan jam buka yang telah ditetapkan. Di dalam keraton anda akan melihat ada banyak peninggalan pusaka yang telah berumur ratusan tahun. Adapun pusaka-pusaka tersebut adalah keris, kereta kencana, gamelan, tombak dll. Pusaka yang telah berumur ratusan tahun ini tetap terawat sampai sekarang. Pada saat tertentu akan diadakan saat di mana pusaka-pusaka tersebut dimandikan dengan kembang untuk menjaga keawetan benda-benda kuno ini.

Selain berisi benda-benda pusaka, tempat kediaman raja beserta keluarganya ini juga berfungsi sebagai tempat pertunjukan kebudayaan Jawa. Sesuai hari dan jadwal yang ditentukan, pada beberapa kesempatan anda akan dapat melihat pertunjukan gamelan, tari-tarian, wayang golek, dan wayang kulit.

harga tiket masuk:
Pilihan transportasi:

  • Trans Jogja
  • becak
  • taxi
  • bus umum (jalur 2, 14, 12, dll)
  • andong

jam buka: Senin-Minggu jam 8.00-13.00, kecuali Jumat (8.00-11.30)

harga tiket masuk : turis lokal (Rp 5.000,-/orang) , turis asing (Rp 10.000,-/orang)

Wisata lainnya :

- Pantai Wediombo

- Pantai Kukup

- Gua Jomblang

 

 

Hotel terdekat: Hotel Ibis, Hotel Limaran

 

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian, Namun demikian pemeliharaan website ini tidaklah murah, maka apabila Anda memesan hotel silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Jika Anda tertarik untuk bercerita mengenai pengalaman Anda.. Anda bisa langsung share ke forum kami di http://forum.panduanwisata.com/

Incoming search terms:

  • keraton yogyakarta peninggalan kerajaan
  • sejarah berdirinya parangtritis
  • berdirinya pantai parangtritis
  • gamelan keraton
  • keraton yogyakarta merupakan peninggalan sultan
  • para juru kunci gunung di indonesia
  • peninggalan kraton yogya
  • wisata keraton jogja